Luasnya Hati Luasnya Rizki

 

Pembaca Islamic Motivation Development,

Tuhan selalu memerintahkan manusia khususnya orang beriman untuk berbagi rizki dari-Nya : Hai orang-orang beriman, nafkanlah sebagian dari hasil usaha yang baik-baik. (Q:S;2:267). Meski begitu, masih ada sebagian tidak semua orang bisa berbagai rizki dengan kebahagian hati kepada orang lain. Mengapa hal itu bisa terjadi dalam kehidupan? Kita bisa menjawab, mereka tidak mau berbagi rizki dari Allah karena kikir, pelit dan bakhil. Tulisan ini berusaha menjelaskan bagaimana orang itu bisa kikir, pelit dan bakhil.

Pembaca Islamic Motivation Development,

Ketahuilah bahwa setan itu berada dalam kesadaran manusia. Ia selalu mengajarkan manusia tentang logikanya sehingga manusia jauh dari kebenaran. Ketika orang mau mengeluarkan sebagain rzikinya, maka setan datang kepadanya layaknya seorang berilmu. Kedatangan itu bukan di dunia ini melainkan di dalam kesadaran. Di dalam kesadaran itu, terjadi dialog antara pikiran dan setan itu. Setan benar-benar tahu bahwa manusia itu begitu kuat memegang prinsip rasional sebagai ukuran kebenaran. Sebenarnya, rasional itu tidak keliru tapi jika manusia tidak mengetahuinya langkah-langkah setan, maka ia justru akan terjebak pada kekesalahan fatal.

Pembaca Islamic Motivation Development,

Ketika manusia akan mengeluarkan sebagian rizki, maka setan datang dan bertanya : ”Tindakan itu adalah baik, tapi sebelum kamu melakukan cobalah diingat bagaimana cara kamu mendapatkannya? Pikiran diajak oleh setan untuk mengingat kembali proses di dunia saat ia mendapatkan rizki dengan kerjanya. Hampir semua orang miskin memberikan jawaban : “Mencari rizki adalah sulit dan payah.” Mendengar jawaban itu, setan menjelaskan langkah pertama: “Bukankah masuk akal jika rizki itu kamu gunakan hal-hal yang menyenangkan saja karena kamu telah susah payah mendapatkannya?” Jika manusia mengikuti langkah pertama ini, maka ia akan menggunakan semua hasil kerja (uang) untuk bersenang-senang saja. Hal itu tampak dalam kehidupan kita bagaimana orang miskin menggunakan uang mereka.

Pembaca Islamic Motivation Development,

Jika manusia tetap bersikukuh mencari rizki adalah mudah karena pertolongan Allah, maka setan tahu bahwa Hampir niat semua orang mencari rizki untuk keluarganya. Kemudian ia bertanya : “Sudah cukupkah kebutuhan rizki bagi keluargamu?” hampir semua orang miskin menjawab bahwa banyak sekali kebutuhan keluarga bahkan rizki ini belum mencukupinya. Lalu setan menggunakan langkah kedua :”Bukankah masuk akal jika kamu gunakan terlebih dahulu rizki itu untuk keluarga dan jika ada sisanya baru diberikan kepada orang lain?” Jika manusia menerima langkah kedua itu, maka ia akan menggunakan semua rizkinya untuk mencukupi keluarganya. Padahal kebutuhan keluarganya itu tidak akan pernah selesai sebelum mati.

Pembaca Islamic Motivation Development,

Jika manusia tetap saja besikukuh bahwa Allah menjamin rizki keluarganya, maka sebenarnya satan sudah mulai pesimis dapat mengajarkan logikanya. Tapi masih ada satu kelemahan manusia. Kelemahan itu adalah ia merasakan kebahagian jika orang yang ditolong itu dapat selamat dan hidup lebih baik. Satan mengetahui kelemahan itu, lalu ia bertanya :”Sekarang coba kamu lihat siapakah orang yang akan menerima pemberianmu?” Dalam hal ini, setan mengajak pikiran manusia untuk menyelidiki kehidupan orang. Jika pikiran menemukan fakta bahwa orang itu tidak pernah menyapanya, berhubungan dengannya dan bahkan sering berbuat tidak baik dengannya, maka setan menggunakan langkah ketiga :”Bukankah masuk akal jika kamu menolong orang yang dekat denganmu dan selalu berbuat kebaikan kepadamu?” Ketika pikiran itu menerima logika setan itu, maka ia akan menunda niat baiknya untuk memberikan sebagian rizkinya dan mencari orang yang dianggap pantas. Padahal selama mencari orang yang pantas itu, boleh jadi ia melupakan niat baik itu dan tidak menemukan orang yang dianggapnya pantas sehingga tidak jadi melakukan kebaikan di dunia.

Pembaca Islamic Motivation Development,

Setan jelas berusaha keras untuk menggagalkan setiap usaha manusia. Sebab itu, Tuhan berkata : “Sesungguhnya setan adalah musuh bagimu maka anggaplah ia musuh.(Q:S;35:6). Dan jangalah kamu mengikuti langkah-langkah setan.(Q:S;2:208). Kita tahu bahwa pikiran manusia seringkali mengikuti langka-langkah setan. Di sisi lain, setan juga menawarkan konsep “rasional” kepada pikiran dan tidak sedikit pikiran manusia terpesona dan menjadikannya sebagai pembimbing dalam melakukan tindakan. Setelah memahami pembahasan ringkas ini, saya ingin memberikan tips, pada saat kita mau mengeluarkan sebagian hasil kerja (rizki) kepada orang lain, maka

  1. Janganlah dilihat bagaimana cara mencari rizki karena Tuhan selalu memberikan pertolongan-Nya.
  2. Janganlah dilihat berapa banyak kebutuhan keluarga karena Dia menanggung rizki keluarga kita.
  3. Janganlah dilihat siapa yang menerima karena pemberian tidak bisa merubah nasib orang lain.

Pembaca Islamic Motivation Development,

Jika kita tidak mengkuti langkah-langkah setan dalam kesadaran, maka pikiran akan mengetahui bahwa

  1. Buanglah perasaan sulit dan sendirian di saat mencari rizki karena Tuhan memberikan pertolongan-Nya.
  2. Pasrahkan kebutuhan keluarga kepada Allah karena Dia telah menanggung kebutuhan dan rizki mereka.
  3. Jadikanlah orang lain sebagai teman di saat mencari rizki karena tidak ada musuh nyata baginya kecuali setan.

Oleh : Habaib Zainal Abidin Aydeed

 

1 Comments

  1. Nash says:

    You have shed a ray of sushnine into the forum. Thanks!

Post a Comment