<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Paguyuban Seni Rukun Rencang - Bersama Kita Membumikan Shalawat</title>
	<atom:link href="http://rukunrencang.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rukunrencang.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 19:02:39 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Acara Maulid</title>
		<link>http://rukunrencang.com/2009/03/acara-maulid.html</link>
		<comments>http://rukunrencang.com/2009/03/acara-maulid.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 14:49:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blog Rencang]]></category>

		<category><![CDATA[maulid]]></category>

		<category><![CDATA[shalawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rukunrencang.com/new/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[The Soul of Maulid
Merupakan acara rutin teman-teman dari Paguyuban Seni Rukun Rencang, selain rattiban Al-Haddad setiap hari senin ba&#8217;da maghrib. Acara Maulid yang rencananya akan diadakan pada tanggal 22 Maret 2009, pada pukul 19.00 di hall Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia, (FTI UII) Yogyakarta ini insya Allah akan dihadiri oleh para Habaib, teman-teman mahasiswa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>The Soul of Maulid</strong></p>
<p>Merupakan acara rutin teman-teman dari Paguyuban Seni Rukun Rencang, selain rattiban Al-Haddad setiap hari senin ba&#8217;da maghrib. Acara Maulid yang rencananya akan diadakan pada tanggal 22 Maret 2009, pada pukul 19.00 di hall Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia, (FTI UII) Yogyakarta ini insya Allah akan dihadiri oleh para Habaib, teman-teman mahasiswa serta dari masyarakat sekitar kampus FTI UII.</p>
<p>Acara Maulid, <em>The Soul of Maulid</em> ini merupakan acara yang besar keempat kalinya yang diadakan oleh teman-teman Paguyuban Seni Rukun Rencang. Acara ini merupakan bentuk rasa cinta kita kepada Rasul saw. yang senantiasa harus kita pelihara terus-menerus.</p>
<p><strong>Allah merayakan hari kelahiran NabiNya :</strong></p>
<ul>
<li>Firman Allah : “(Isa berkata dari dalam perut ibunya) Salam sejahtera atasku, di hari kelahiranku, dan hari aku wafat, dan hari aku dibangkitkan” (QS Maryam 33).</li>
<li>Firman  Allah : “Salam Sejahtera dari kami (untuk Yahya as) dihari kelahirannya, dan hari wafatnya dan hari ia dibangkitkan” (QS Maryam 15).</li>
<li>Rasul saw lahir dengan keadaan sudah dikhitan (Almustadrak ala shahihain hadits no.4177.</li>
<li>Berkata Utsman bin Abil Ash Asstaqafiy dari ibunya yang menjadi pembantunya Aminah ra bunda Nabi saw, ketika Bunda Nabi saw mulai saat saat melahirkan, ia (ibu Utsman) melihat bintang  bintang mendekat hingga ia takut berjatuhan diatas kepalanya, lalu ia melihat cahaya terang  benderang keluar dari Bunda Nabi saw hingga membuat  terang  benderangnya  kamar  dan  rumah  (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583).</li>
<li>Ketika Rasul saw lahir kemuka bumi beliau langsung bersujud (Sirah Ibn Hisyam).</li>
<li>Riwayat  shahih oleh Ibn Hibban dan Hakim bahwa Ibunda Nabi saw saat melahirkan Nabi saw melihat cahaya yang terang benderang hingga pandangannya menembus dan melihat Istana Istana Romawi (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583).</li>
<li>Malam kelahiran Rasul saw itu runtuh singgasana Kaisar Kisra, dan runtuh pula 14 buah jendela besar di Istana Kisra, dan Padamnya Api di Kekaisaran Persia yang 1000 tahun tak pernah padam. (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)</li>
</ul>
<p><strong>Rasulullah saw memuliakan hari kelahiran beliau saw</strong><br />
Ketika beliau saw ditanya mengenai puasa di hari senin, beliau saw menjawab : “Itu adalah hari kelahiranku, dan hari aku dibangkitkan”  (Shahih Muslim hadits no.1162).<br />
Dari hadits ini sebagian saudara2 kita mengatakan boleh merayakan maulid Nabi saw asal dengan puasa.</p>
<p>Rasul saw jelas-jelas memberi pemahaman bahwa hari senin itu berbeda dihadapan beliau saw daripada hari lainnya, dan hari senin itu adalah hari kelahiran beliau saw.  Karena beliau saw tak menjawab misalnya  :  “oh puasa hari senin itu mulia dan boleh-boleh saja..”, namun beliau bersabda : “itu adalah hari kelahiranku”, menunjukkan bagi beliau saw hari kelahiran beliau saw ada nilai tambah dari hari-hari lainnya.</p>
<p><strong>Sahabat memuliakan hari kelahiran Nabi saw</strong><br />
Berkata Abbas bin Abdulmuttalib ra : “Izinkan aku memujimu wahai Rasulullah..” maka Rasul saw menjawab:  “silahkan..,maka Allah akan membuat bibirmu terjaga”, maka Abbas ra memuji dengan syair yang panjang, diantaranya : “… dan engkau (wahai Nabi saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang, dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan dalam tuntunan kemuliaan  (Al-Qur’an) kami terus mendalaminya”  (Mustadrak ‘ala shahihain hadits no.5417)</p>
<p><strong>Kasih sayang Allah atas kafir yang gembira atas kelahiran Nabi saw </strong><br />
Diriwayatkan bahwa Abbas bin Abdulmuttalib melihat Abu Lahab dalam mimpinya, dan Abbas bertanya padanya : “bagaimana keadaanmu?”, abu lahab menjawab  :  “di neraka, cuma diringankan siksaku setiap senin karena aku membebaskan budakku Tsuwaibah karena gembiraku atas kelahiran Rasul saw”  (Shahih Bukhari hadits no.4813, Sunan Imam Baihaqi Alkubra hadits no.13701, syi’bul iman  no.281,  fathul baari Almasyhur juz 11 hal 431). Walaupun kafir terjahat ini dibantai di alam barzakh,  namun tentunya Allah berhak menambah siksanya atau menguranginya menurut kehendak Allah swt, maka Allah menguranginya setiap hari senin karena telah gembira dengan kelahiran Rasul saw dengan membebaskan budaknya.</p>
<p>Hal semacam ini telah difahami dan dijelaskan oleh para khulafa’urrasyidin,  sahabat radhiyallahu’anhum,  Imam dan Muhadditsin, para ulama, fuqaha dan bahkan orang muslimin yang awam, namun hanya sebagian saudara-saudara kita muslimin yang masih bersikeras untuk menentangnya, semoga Allah memberi mereka keluasan hati dan kejernihan, amiin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rukunrencang.com/2009/03/acara-maulid.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
